KEADAAN GEOGRAFI DAN
IKLIM Kelurahan Tipo secara geografis berada di bagian Barat wilayah Kota Palu, tepatnya dibibir sebelah Barat Teluk Palu, memanjang dari Utara ke Selatan dan secara astronomis terletak pada posisi 119°48’30” -119°50’0” BT dan 0°51’0” -0°52’30” LS. ° Dengan luas wilayah 570 Ha atau 5,7 km² dan berada di ketinggian antara 10-250 meter diatas permukaan laut, yang terdiri dari dataran rendah, dataran bergelombang dan dataran tinggi. Wilayah Kelurahan Tipo berada pada ketinggian 10 – 250 meter di atas permukan laut, terdiri dari dataran rendah, dataran bergelombang dan dataran tinggi. Berdasarkan keadaan topografinya, wilayah Kelurahan Tipo dapat dibagi menjadi 3 zona ketinggian, yaitu : a. Sebagian daerah bagian barat sisi timur memanjang dari utara ke selatan, dan bagian utara yang memanjang dari barat ke timur merupakan dataran rendah/pantai dengan ketingian antara 0 – 100 m diatas permukaan laut. b. Daerah bagian barat sisi barat dan selatan, daerah bagia utara ke arah selatan denga ketingian antara 100 – 500 m diatas permukaan laut. c. Daerah pegunungan dengan ketinggian lebih dari 100 m diatas permukaan laut. Suhu udara maksimum rata-rata pada tahun 2006 sebesar 35,5°C dengan suhu maksimum tertinggi 37,7°C terjadi pada bulan Oktober 2023, dan suhu udara minimum rata-rata 21,5°C dengan suhu terendah 18,8°C terjadi pada bulan Agustus 2023. curah hujan rata-rata pada umumnya sangat rendah atau setiap bulannya 43,3 mm/tahun atau 519,6 mm selama tahun 2023. musim kering terjadi pada bulan-bulan Agustus, September dan Oktober, sedangkan kecepatan angin rata-rata mencapai 4,3 Knots.
KEADAAN GEOGRAFI DAN IKLIM
Secara administrasi Kelurahan Tipo terdiri atas 6 RW dan 13 RT, dengan jumlah penduduk sebanyak 4.316 jiwa dengan jumlak KK sebanyak 1.405 KK. Secara umum wilayah Kelurahan Tipo diapit oleh Teluk Palu di sebelah Timur dan pegunungan Gawalise di sebelah Barat dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Utara: Berbatasan dengan Kelurahan Buluri Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kelurahan Silae Sebelah Timur : Berbatasan dengan teluk Palu, dan Sebelah Barat : Berbatasan dengan pegunungan Gawalise Dari hasil survey/pendataan yang telah dilakukan oleh Tim pendata Profil Kelurahan. Penggunaan lahan dengan luas wilayah kelurahan yang berkisar 570 Ha atau 5,7 Km² .
Potensi penggunaan lahan dan sumber daya alam di Kelurahan Tipo sangat beragam karena letaknya yang strategis, diapit oleh Teluk Palu di sebelah timur dan Pegunungan Gawalise di sebelah barat. Wilayah pesisir memiliki potensi sumber daya alam kelautan seperti perikanan, budidaya rumput laut, serta wisata bahari. Sementara itu, wilayah pegunungan memiliki potensi sumber daya alam berupa hasil hutan, air pegunungan, lahan pertanian, dan pariwisata alam yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Hingga saat ini laut dan pesisir pantai sebagai sumber daya alam kelautan di Kelurahan Tipo belum dapat dikelola secara maksimal oleh pihak manapun juga, baik untuk kepentingan pariwisata maupun untuk kepentingan lain-lainnya. Untuk sementara ini, oleh sebagian kecil masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan tradisional hanya dapat memanfaatkan sumber daya ini dengan menangkap ikan-ikan jenis permukaan baik untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk dipasarkan guna kebutuhan ekonomi rumah tangga. Kondisi inipun sangat terkait dengan minimnya modal yang dimiliki oleh masyarakat untuk dapat mengolah sumber daya alam kelautan yang ada secara maksimal. Sedangkan Pegunungan Gawalise sebagai sumber daya pegunungan yang oleh penjajah Belanda disebut sebagai pegunungan Veerbeek yang membentang dari utara ke selatan, juga menyimpan berbagai kihasanah kekayaan alam yang juga merupakan bagian dari potensi sumber daya alam di Tipo
Secara kasat mata dapat kita saksikan bagaimana pegunungan Gawalise ini menyediakan bebatuan yang tergolong kedalam bahan tambang galian C, untuk sementara bahan tambang galian C ini telah dimanfaatkan oleh sebagian kecil masyarakat dengan jalan mengumpul, lalu dijual kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Selain menyimpan bahan tambang galian C, pegunungan Gawalise dengan cakupan luas lahan ± 40 Ha juga memiliki kekayaan alam lainnya seperti hutan pegunungan dan sumber air bersih. Hingga saat ini, tak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat Ulujadi masih menggunakan air bersih yang bersumber dari kali pegunungan Gawalise melalui penggelolaan PDAM Kabupaten Donggala. Untuk masyarakat tipo sendiri penggunaan sumber air bagi kebutuhan rumah tangga dan masyarkat umum dapat dilihat dalam table berikut :